PERUMPAMAAN ORANG BERPUASA (ANALOGI)

Assalamu’alaikum….

Nah.. lo ketemu lagi dengan tulisan baru. Kali ini lagi pengen nulis tentang analogi orang-orang yang berpuasa di bulan ramadhan. Yach.. cuma pengen berbagi ilmu aja buat jadi bahan perbandingan dan koreksi diri bagi kita semua. he he he he ^_^ Jadi jangan ada yang tersinggung ya?? Ckkkkk

Pasti semua dan pada ngerti, kalo dah dijelaskan dalam surat Al-Baqoroh ayat 18:

“Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa, sebagimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu. agar kamu bertakwa”

Nah, sebagai mana telah di jelas kan di postingan sebelumnya bahwa puasa itu ternyata diwajibkan tidak hanya pada umat Nabi Muhammad aja. Melainkan, pada umat-umat sebelum nabi Muhammad juga.. tapi umat nabi Muhammad mendapatkan kemulyaan yang lebih di bulan saat berpuasa di bulan Ramadhan. Seperti, Pahala dilipat gandakan, amalan sunnah dihitung seperti amalan yang wajib, ada malam lailatul qodar sebagai malam yang lebih utama dari seribu bulan.. di tambah dibukanya pintu-pintu surga dari berbagai penjuru dan ditutupnya pintu neraka dibelenggunya setan. Masyaallah tidak lain dan tidak bukan, Allah memberikan kemulyaan itu pada bulan ramadhan agar kita lebih mudah dan lebih ringan untuk menggerakkan tubuh dan hati kita untuk mau beribadah kepada Allah agar kita semakin dekat dengan Allah dan menuju gelar orang yang bertakwa kepada Allah. Dengan meningkatnya nilai ketakwaan kita kepada Allah, maka pantaslah kita disebut sebagai pemenang di saat tiba Idul Fitri (Kembali Kepada Suci).

Nah loh, gimana dengan puasa kita?? apa yang telah kita lakukan selama bulan ramadhan??? bagaimana diri kita sebelum di bulan ramadhan?? Meningkatkan amal ibadah, ataukah malah menurun?? hmmmmm yodahlah mari kita koreksi diri masing-masing..

ngomong-ngomong orang yang berpuasa, ternyata orang ya berpuasa itu di analogikan atau diibaratkan dengan dua binatang yang mungkin menjijikan bagi sebagian orang. Hayo loh.. apa coba? ada yang tau???? nih liat aja gambarnya sendiri ya…..

Nah Lo, tuh gambarnya.. Gambar apa itu????????? Pinter…… yupz, bener. Jadi hasil akhir orang yang berpuasa itu digambarkan dengan dua jenis hewan itu. Yang pertama adalah ular dan yang kedua adalah ulat. Kedua hewan menjijikan inilah gambaran dari sifat manusia yang merupakan tempat salah dan dosa. Segala yang menjijikan biasanya bersifat kotor atau membuat orang merasa tidak nyaman, begitupun dengan manusia yang sering sekali berbuat dosa pasti lah ia akan sukar untuk disukai orang, bahkan mungkin sering membuat orang lain tidak nyaman karena sikap aniayanya, seperti menghasut, memfitnah, mencuri, dan sebagainya.

Okelah, langsung aja kita bahas kedua hewan tersebut..

Yang pertama adalah Ular.

Banyak orang yang bilang ular itu sangat mengerikan, ada yang bilang ular itu menjijikan, ada orang yang bilang ular itu memiliiki bisa yang mematikan. Yah…. apapun lah.. yang penting itu masih ular. he he he he ^_^

Mulai seriusan diki nie.. Ular pada dasarnya adalah reptil yang sifatnya merusak. Ular pada kisah nabi adam digambarkan sebagi setan yang menggoda nabi adam untuk melanggar perintah Allah. Alaminya, ular termasuk hewan yang ganas dan memakan binatang lain, ia membunuh binatang lain untuk menjadi makanannya. Semakin lama ular semakin tumbuh dan berkembang menjadi besar. Untuk itu, ular setidaknya melakukan puasa 4 sampai 5 kali dalam satu tahun untuk mengganti kulitnya. Ketika dia berpuasa pun, dia tidak makan apa apa, sampai akhitnya ia berganti kulit di ujung puasanya itu. Namun apa?? Ular yang berganti kulit bukannya semakin Jinak, malah semakin Ganas. Dengan kulitnya yang semakin mengkilat, ular menjadi reptil yang lebih menakutkan bagi hewan-hewan mangsanya.

Hewan inilah yang di gambarkan seperti puasanya orang suka berbuat maksiat. Disaat bulan puasa tiba, bukannya ia merasa senang namun malah merasa resah. Dia terbisa dengan perbutan-perbuatan dosa sebelum bulan ramadhan tiba, bebas mau melakukan apa saja. Namun apa? ketika bulan puasa tiba, MiRas dibatasi, tempat-tempat maksiat mendapatkan kontrol penuh dari pemerintah dan masyarakat, orang yang seperti ini tidak bebas untuk melakukan kebebasan dan kebiasaannya. Sehingga, ia merasa terbelenggu dan terpaksa berpuasa dalam melakukan hal-hal itu secara bebas. Akhirnya setelah bulan ramadhan dia bukan semakin bertaubat, malah semakin menjadi dan melampiaskan seluruh nafsunya.. Masyaallah…. Jangan sampai kita menjadi orang yang seperti ini. Naudzubillah Min Dzalika.

Nah puasa yang kedua adalah seperti puasanya Ulat.

Siapa sih yang ga tau ulat? siapa sih yang ga tau kalau ulat itu menjijikan….??? semua orang pasti tau kalo ulat itu benar-benar menjijikan. Selain itu, ulat juga terkenal dengan sifat perusak nya. Tanaman bisa rusak karnanya, ia memakan daun dari tanaman penduduk, baik padi, bungan, atau tanaman-tanaman lai. Dan ia pun menimbulkan rasa gatal bila menempel di kulit manusia. Karena sifatnya inilah, semua orang membenci ulat, semua orang mencaci dan memaki ulat. Namun apa?? ulat merasakan itu, dan ia pun sadar dan ingin bertaubat. Berangkat dari kesadaran itu, Ulat pun berpuasa dengan merubah dirinya dari kepompong. Menahan dari makan dan minum dan membelenggu dirinya dalam kantung kecil agar dia tak lagi merusak. Ulat pun memohon kepada Allah agar ia menjadi makhluk yang lebih baik dari sebelumnya. Hasilnya apa?? hasilnya ulat menjadi seekor kupu-kupu yang sangat indah yang sedisukai oleh semua orang. Bahkan kupu-kupu dilambangkan sebagai suatu keindahan. Siapa si yang tidak suka melihat kupu-kupu?? rasanya semua orang suka. Saat anda membawa anak atau pacar anda kesebuah taman dan melihat kupu-kupu pasti anda akan berkata pada pacar atau anak anda

“Lihat, benar-benar indah ya kupu-kupu itu?”…..

Hmmmmm, dari sini kita bisa belajar. Ulat yang sebelumnya adalah binatang yang sangat menjijikan dan merusak dapat berubah menjadi indah karena dia berpuasa.

Nah.. begitu pun dengan manusia. Pasti manusia itu tak luput dari kesalahan dan dosa. Jadilah seperti ulat, dengan berpuasa kita menahan diri kita untuk melakukan perbuatan dosa, membelenggu nafsu kita dari perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh Allah. Dan apabila kita dapat berhasil menahan itu semua, maka jadilah kita pemenang di akhir bulan ramadhan. Yaitu idul fitri dan kitan akan termasuk dalam golongan “la’allakum Tattaqun” orang-orang yang bertakwa. Jika kita adalah orang yang bertakwa, tak hanya manusia yang menyukai kita, Allah pun akan menyayangi kita dan menjanjikan kita surga.

Semoga kita termasuk golongan orang-orang yang bertakwa…. Aminn

Wassalamu’alaikum… ^_^

About these ads

4 responses to “PERUMPAMAAN ORANG BERPUASA (ANALOGI)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s