PENGGALAN CERPEN “CINTA UNTUK IBU”

heart_light

Malam itu, aku bertemu Saski “teman sekelasku sewaktu SMA” di taman kota.

“Loh, ki kok malam-malam duduk disini sendirian?” ujarku.

“Eh kamu Di” Sapanya. Raut wajahnya menggambarkan kesedihan mendalam.

“hmmm, tumben saski seperti ini?” pekik ku dalam hati.

Ragu rasa hati ini untuk bertanya, akhirnya ku putuskan saja untuk berdiam dan duduk menatap Saski. 15 menit berlalu, tak ada kata tertutur dari mulut ku juga Saski. Suasana hening merangkul kami berdua malam itu.

Setalah hampir setengah jam belalu, “Hmmmmmm” gumamku.

“Kenapa di?”

“Gapapa ki, cuma merasa………”

“Merasa apa?!” tanya Saski penuh penasaran.

Akhirnya, kuberanikan lidah ini untuk merangkai kata “Kamu lagi ada masalah ki? kok dari tadi termenung?”

“Ibuku, Di” Jawabnya lirih. Tanpa kusadari Saski meneteskan air mata.

“Ibu?” ujarku penuh tanya.

“Ia Di, Ibu kena kanker otak dan divonis dokter hidupnya tak lama lagi” Ucapnya tersedu lirih dengan tetesan air mata yang jatuh di telapak tangannya.

“Yang sabar ya Ki, Allah pasti akan menyembuhkan”

“Hu um” Saski mencoba tegar dan tersenyum.

Dimalam itu, aku merasakan besarnya kasih sayanh seorang anak pada ibundanya. Air mata menetes, suara tersedu, kesedihan menjalar disaat ibu menderita. Dalam tegar, Saski berdo’a agar tuhan menyembuhkan ibunya.

(Penggalan Cerpen Cinta Untuk Ibu, Oleh Misbakhudin Munir) ^_^

Insyaallah terbit edisi penuhnya….

About these ads

2 thoughts on “PENGGALAN CERPEN “CINTA UNTUK IBU”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s