Ashabul Furudl, Ashabah dan Mahjub dalam Ilmu Mawaris

A. Ashabul Furudl

Ashabul Furudl atau Dzawil Furudl adalah ahli waris yang mendapatkan bagian atau jatah tertentu dari harta warisan. Golongan ini adalah golongan yang paling dahulu diberikan harta warisan dan bagian masing-masingnya (Furudul Muqaddarah) sudah ditentukan dalam Al-Qur’an, Hadits, dan Ijma’. Dalam QS. 4 Annisa’ ayat 7 Allah SWT berfirman:

Bagi orang laki-laki ada hak bagian dari harta peninggalan ibu-bapa dan kerabatnya, dan bagi orang wanita ada hak bagian (pula) dari harta peninggalan ibu-bapa dan kerabatnya, baik sedikit atau banyak menurut bahagian yang telah ditetapkan.

Dijelaskan pula, bahwa dzawil furudl akan hanya mendapatkan satu bagian dari enam jenis bagia yang sudah ditentukan, yakni dua pertiga (2/3), setengah (1/2), seperempat (1/4), sepertiga (1/3), seperenam (1/6), dan seperdelapan (1/8).

1. Yang Mendapatkan 2/3

  1. Dua anak perempuan atau lebih, dengan syarat apabila tidak ada anak laki-laki. Berarti apabila anak perempuan berbilang, sedang anak laki-laki tidak ada maka mereka mendapat bagian dua pertiga (2/3) dari harta yang ditinggalkan.

dan jika anak itu semuanya perempuan lebih dari dua, maka bagi mereka dua pertiga (2/3) dari harta yang ditinggalkan” (Annisa’ : 11).

Secara lahiriyah, ayat itu menerangkan bahwa anak perempuannya lebih dari dua, tetapi yang dimaksud adalah dua atau lebih, berdasarkan keterangan perbuatan Rasulullah SAW.

  1. Dua orang cucu perempuan atau lebih dari anak laki-laki dengan syarat :

1.  apabila tidak ada anak perempuan

2.  Ia tidak memiliki saudara laki-laki sekandung

3.  Saudara perempuan sekandung itu berjumlah 2 atau lebih

4.  Pihak yang mewariskan tidak memiliki ayah atau kakek

5.  Pihak yang mewariskan tidak memiliki keturunan laki-laki ataupun perempuan

  1. Saudara yang seibu atau sebapak ( Sekandung) apabila berbilang dua atau lebih. Hal ini dijelaskan dalam ayat berikut:

“Jika saudara perempuan itu ada dua orang, maka bagi keduanya 2/3 dari harta yang ditinggalkan oleh yang meninggal…” (Q.S. An-Nisa: 176)

Yang dimaksud dengan dua orang dalam ayat tersebut adalah dua orang atau lebih.

  1. Dua orang saudara perempuan atau lebih yang sebapak. Hal ini juga dijelaskan dalam ayat tersebut diatas. Hal ini berlaku apabila saudara perempuan yang sekandung tidak ada.

2. Yang Mendapatkan 1/2

  1. Anak perempuan tunggal, apabila ia hanya sendiri dan tidak bersama saudara-saudaranya.

Artinya : “Jika  anak perempuan itu hanya seorang, maka ia memperoleh setengah harta”  (An-Nisa: 11)

  1. Anak perempuan dari anak laki-laki apabila tidak anak perempuan;
  2. Saudara perempuan yang seibu sebapak atau sebapak saja, apabila saudara perempuan seibu sebapak tidak ada dan ia hanya seorang saja.
  3. Suami, Apabila istri yang meninggalkannya tidak meninggalkan keturunan dan tidak ada pula anak dari anak laki-laki baik laki-laki maupun perempuan.

“dan bagimu (suami-suami)seperdua dari harta yang ditinggalkan oleh istri-istri kamu, jika mereka tidak mempunyai ana” (Annisa’:12).

3. Yang Mendapat sepertiga (1/3)

  1. Ibu, apabila yang meninggal tidak meninggalkan anak atau cucu (dari anak laki-laki), dan tidak pula meninggalkan dua orang saudara baik laki-laki maupun perempuan, baik seibu sebapak, sebapak saja atau seibu saja.

“Jika seorang meninggal tidak mempunyai anak dan ia diwarisi oleh ibu bapaknya saja, maka ibunya mendapat sepertiga”

  1. Dua orang saudara atau lebih dari saudara yang seibu, baik laki-laki maupun perempuan.

Tetapi jika saudara-saudara seibu itu lebih dari seorang, maka mereka bersekutu dalam yang sepertiga itu”(Annisa’: 12).

4. Yang mendapatkan 1/6

  1. Ibu, apabila ia beserta anak, beserta anak dari anak-laki, atau beserta dua saudara atau lebih, baik saudara laki-laki maupun perempuan baik seibu sebapak, sebapak saja atau seibu saja.
  2. Bapak si mayat, apa bila yang meninggal mempunyai anak atau anak dari anak laki-laki.
  3. Nenek (ibu dari ibu atau ibu dari bapak), kalau ibu tidak ada.
  4. Cucu perempuan dari pihak laki-laki. Mereka mendapatkan seperenam dari harta baik sendiri ataupun berbilang, apabila bersama-sama saudara perempuan. Tetapi, jika anak perempuan berbilang maka tidak akan mendapatkan pusaka.

قضئ ا لنبي صلى ا لله علئه و سلم ا لسدس لبنت الا بن مع بنت ا لصلب (روه ا لبحارى)

Nabi SAW telah memberikan seperenam untuk seorang anak perempuan dari anak laki-laki yang beserta seorang anak perempuan (HR. Bukhori).

  1. Kakek, (bapak dari bapak), apabila beserta anak atau anak dari anak laki-laki, sedangkan  bapak tidak ada.
  2. Untuk seorang saudara yang seibu, baik laki-laki maupun perempuan.
  3. Saudara perempuan yang sebapak saja, baik sendiri mapun berbilang apabila beserta saudara perempuan yang seibu sebapak. Apabila saudara seibu sebapak berbilang maka tidak mendapat pusaka.

5. Yang mendapat seperempat

  1. Suami, apabila istri yang meninggalkannya meninggalkan anak baik laki-laki maupun perempuan atau meninggalkan anak dari anak laki-laki baik laki-laki maupun perempuan.
  2. Istri, Baik hanya satu orang ataupun berbilang, jika suami tidak meninggalkan anak (baik anak laki-laki maupun perempuan). Apabila istri itu berbilang maka seperepat harta itu dibagi rata untuk mereka.

“para istri memperoleh seperempat harta yang kamu tinggalkan jika kamu tidak mempunyai anak” (Annisa’:12)

6. Yang mendapat seperdelapan harta

Istri, baik satu maupun berbilang apabila suami yang meninggalkan meninggalkan keturunan baik laki-laki maupun perempuan .

“jika kamu mempunyai anak, maka para istri itu memperoleh seperdelapan” (Annisa’:12).

 

B. Ashabah

Ashabah (‘Ashobaat nasabiyah) adalah nasab atau kerabat atau ahli waris dari si mayit yang berhak mendapatkan sisa dari harta warisan yang telah di bagikan. Jika Ashabu Furudl tidak ada maka dan hanya satu-satunya maka dia berhak menerima semua harta warisan, tetapi jika ada Ashabul Furudl maka Ashabah hanya akan mendapatkan sisa. Ashabah dibagi menjadi 3 yaitu sebagai berikut:

1. Ashabah bin Nafs

Adalah setiap laki-laki yang sangat erat hubungan kekerabatannya dengan si mayit, yang tidak diselingi oleh perempuan. Mereka itu adalah: Anak laki-laki, anak laki-laki dari anak laki-laki (dan terus ke bawah), ayah, kakek, saudara sekandung laki-laki, saudara seayah laki-laki, anak laki-laki dari saudara sekandung laki-laki, anak laki-laki dari saudara seayah laki-laki, paman (sekandung dengan ayah), paman (seayah dengan ayah), anak laki-laki dari paman yang sekandung dengan ayah, dan anak laki-laki dari paman yang seayah dengan ayah

Bila salah satu dari mereka adalah satu-satunya ahli waris, maka dia berhak menerima seluruh harta warisan, namun bila ashabul furudl bersama mereka maka mendapatkan sisa setelah ashabul furudl mendapatkan bagiannya masing-masing.

2.Ashabah bil Ghoir

Ashabah karena bersama-sama ahli waris lainnya, seperti anak perempuan yang ditarik anak laki-laki. Orang yang termasuk ashabah ini ada 4, yaitu:

1.  Anak perempuan satu atau lebih bersama anak laki-laki satu atau lebih

2.  Anak perempuan dari anak laki-laki (satu atau lebih) bersama anak laki-laki dari anak laki-laki (satu atau lebih)

3.  Saudara perempuan sekandung (satu atau lebih) bersama saudara laki-laki sekandung (satu atau lebih)

4.  Saudara perempuan seayah (satu atau lebih) bersama saudara laki-laki seayah (satu atau lebih)

5.  Catatan: dalam hal ini bagian laki-laki dua kali bagian perempuan.

3.  Ashabah ma’al Ghoir

Yakni Ashabah karena bersama-sama ahli waris lainnya. Saudara perempuan sekandung satu orang atau lebih yang mewarisi bersama-sama dengan anak perempuan (satu atau lebih) atau bersama-sama dengan cucu perempuan dari anak laki-laki (satu atau lebih), atau bersama keduanya. Dalam hal ini saudara perempuan sekandung seolah-olah seperti saudara laki-laki sekandung yang mendapatkan bagian waris secara ashobah / sisa, dan menjadi penghalang ashobah bin nafs dibawahnya.

Saudara perempuan seayah satu orang atau lebih yang mewarisi bersama-sama dengan anak perempuan (satu atau lebih) atau bersama-sama dengan cucu perempuan dari anak laki-laki (satu atau lebih), atau bersama keduanya. Dalam hal ini saudara perempuan seayah seolah-olah seperti saudara laki-laki seayah yang mendapatkan bagian waris secara ashobah / sisa, dan menjadi penghalang ashobah bin nafs dibawahnya.

C. MAHJUB

Mahjub adalah seseorang yang terhalangi menerima warisan karena adanya ahli waris yang hubungan kekerabatan yang lebih dekat dan lebih kuat kedudukannya. Adanya mahjub tentu di pengaruhi oleh adanya Hajib, yakni seseorang yang menghalangi orang lain untuk mendapatkan warisan. Ada pula yang disebut dengan Mahrum, yaitu orang yang tidak berhak untuk mewarisi. Mahrum sama sekali tidak mempengaruhi orang lain bahkan sama sekali dianggap tidak ada. Contohnya adalah seseorang yang membunuh orang yang mewarisi. Beberapa jenis-jenis Hijab

  1. Hijab Bilwashfi: menghalangi seorang ahli waris mendapatkan warisan karena sebab membunuh muwaris dan berbeda agama.
  2. Hijab Bisyakhsi: seorang ahli waris terhalang mendapatkan warisan karena ada ahli waris lain yang lebih berhak. Hijab Bisyakhsi dibagi menjadi 2 yaitu :
  1. Hijab Hirman, yakni adalah terhalangnya mendapatkan warisan karena adanya orang lain. Kakek terhijab oleh adanya bapak, cucu terhijab oleh adanya anak laki-laki, saudara laki-laki seayah terhalang oleh saudara laki-laki sekandung.

اعىان بنى ادم ىتوارثون دون بنى العلات

روه احمد والترمذى و ابن ماجه

“Bani Adam (saudara seibu sebapak) ditentukan saling mempusakai selain saudara sebapak ke atas” (HR. Akhmad, Tirmidzi, dan Ibnu Majah)

  1. Hijab Nuqshan: berkurangnya warisan salah seorang ahli waris karena ada ahli waris lainnya. Seorang suami terhalang mendapat ½ karena adanya keturunan anak laki-laki atau perempuan. Seorang istri terhalang mendapatkan ¼ karena suami meninggalkan keturunan. Ibu terhalang mendapatkan 1/3 karena ada anak laki-laki/ perempuan. Perempuan terhalang anak laki-laki

Referensi

H. Sulaiman Rasjid. 1995. Fiqh Islam. PT. Sinar Baru Al-Gensindo. Bandar Lampung.

Drs. H. Amir Abyan, MA. Dkk. 2003. Fiqih. PT. Karya Toha Putra. Jakarta.

11 thoughts on “Ashabul Furudl, Ashabah dan Mahjub dalam Ilmu Mawaris

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s