How can we acquire a language while we were children?

Bagaimana seorang anak kecil yang ingusan bisa memperoleh dan menguasai bahasa??dan bagaimana mereka bisa mengungkapkan dengan tata aturan bahasa yang benar?? apakah mereka belajar?? apakah mereka sekolah?? Jawabannya adalah tidak. Lalu bagaimanca cara mereka memperoleh bahasa tersebut?? yuk kita simak pembahasan berikut!

Noam Chomsky, dengan “Innateness Hypothesis”-nya menyatakan bahwa bahasa itu adalah bawaan. Dalam hal ini ia ingin mengatakan bahwa “we have language acquisition device in our brain and it is equipped already at birth with specific grammatical rule and principles”.

Jadi, menurut Chomsky semua manusia sudah memiliki kemampuan berbahasa sejak lahir, dan ini tidak hanya sekedar kemampuan saja melainkan sudah disertai dengan konsep tata bahasa dan tata aturan susunan bahasa. Dalam artian kemampuan berbahasa adalah bawaan “Language is innate”.

Language acquisition would be difficult or even impossible without an innate grammar: “How do we come to have such rich and specific knowledge, or such intricate systems of belief and understanding, when the evidence available to us is so meager ?” (Chomsky, quoted in (Cook, 1988).

Namun, pendapat Chomsky ini mendapat bantahan dari “Blank State Hypothesis” atau yang sering dikenal dengan “Tabula Rasa”. Hypothesis yang banyak dipengaruhi oleh pemikiran John Locke ini menyatakan “when human born, they are like a slate sheet”. Hypothesis ini menyatakan bahwa ketika manusia lahir, manusia bagaikan lembaran kosong yang tak berisi apa-apa. Mereka tidak memiliki tata aturan dan konsep berbahasa.

Berangkat dari pernyataan tersebut, para pendukung hypothesis Tabula Rasa menyatakan bahwa pengalamanlah yang mempengaruhi kepribadian, kecerdasan, dan kemapuan emosional dan sosial manusia. Dalam artian kemapuan berbahasa manusia itu dibentuk oleh pengalaman indra manusia itu sendiri. Dengan kata lain Hypothesis ini mirip dengan teori behaviorisme. Yakni, kemampuan berbahasa terbentuk karena adanya kebiasaan dan pengalaman indra manusia.

Kesimpulannya, ada beberapa faktor yang mempengaruhi kemapuan berbahasa manusia yakni heredity dan enironment (keturunan dan lingkungan). Faktor heredity ini lah yang dikatakan dengan faktor bawaan dan lingkungan inilah yang membentuk pengalaman dan kemampuan berbahasa manusia.

Nha… semoga sekarang kalian paham dan mengerti alasan kenapa kita bisa berbahasa. ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s