Ubinsa adalah unit yang bergerak dalam bidang bimbingan bahasa yang diberikan kepada seluruh mahasiswa semester 1 dan 2 STAIN Jurai Siwo Metro. Bimbingan yang diberikan adalah keterampilan dalam berbahasa asing. Ada dua jenis keterampilan bahasa yang diberikan, yakni bahasa Arab dan bahasa Inggris.

Tujuan UBINSA ini adalah untuk membekali siswa kemampuan berbahasa asing yang pada akhirnya diharapkan mampu membantu mahasiswa dalam memperoleh informasi dan memahami ilmu-ilmu kependidikan yang bersumberkan dari buku-buku asing yang menggunakan bahasa Arab dan Internasional. Selain itu, kedua keterampilan berbahasa ini nantinya akan mampu menghantarkan mahasiswa mengikuti model perkuliahan yang berbasis bilingual. Hal ini memiliki kesinambungan yang cukup erat dengan misi STAIN Jurai Siwo Metro yang bercita-cita membentuk kampus dengan nuansa dua bahasa (Bilingual Campus).Untuk mencapai tujuan itu lah UBINSA dibentuk guna menghantarkan kampus STAIN menjadi kampus yang berbasiskan dua bahasa (Bahasa Arab dan Bahasa Inggris).

Sistem pembelajaran yang diberikan tergolong cukup menarik. Dengan metode-metode yang secara aktif melibatkan mahasiswa dalam proses pembelajaran semakin mempermudah mahasiswa untuk mampu menguasai satu keterampilan bahasa dengan cepat. Masa pembelajaran yang diberikan untuk satu keterampilan berbahasa adalah 6 bulan dan waktu pembelajaranya 3 jam di setiap pertemuanya. Sehingga, total waktu pembelajaran yang diberikan adalah 72 jam belajar.

Adapun metode yang digunakan dalam pembelajaran adalah, Communacative Language Learning, Role Play, Learner Base Instruction, dan Cooperative and Collaborative learning. Metode-metode tersebut adalah metode yang banyak digunakan untuk mengembangkan keterampilan mahasiswa dalam berbicara dan berkomunikasi secara lisan. Untuk mendukung peningkatan kemampuan mahasiswa dalam berbicara tehnik-tehnik yang digunakan instruktur dalam membimbing mahasiswa pun harus lah dapat memancing mahasiswa untuk secara aktif terlibat dalam proses pembelajaran. Dalam artian, mahasiswa tidak hanya difungsikan sebagai objek semata melainkan juga sebagai subjek atau yang melakukan pembelajaran. Sehingga, mahasiswa akan mampu mempelajari bahasa secara aktif bukan secara aktif. Keaktifan inilah yang akan membentuk pengalaman mahasiswa dalam berbahasa.

Dalam pembelajaran, perlu diadakan yang namanya pengelompokan-pengelompokan kelas, mulai dari tingkat beginner, intermediate, high intermediate, dan advance.  Pengelempokan ini bertujuan agar mahasiswa dapat mempelajari bahasa mulai dari akarnya, sehingga mereka memiliki dasar-dasar atau kaidah-kaidah dalam berbahasa. Di tingkat beginner, Mahasiswa diajarkan tentang dasar-dasar dalam berbahasa. Materi yang diajarkan seperti Kosa Kata, Struktur, Kalimat, Klausa dan Frase. Tingkatan ini biasanya diberikan kepada mahasiswa yang baru sedikit tau tentang bahasa asing yang akan dipelajari.

Di tingkat Intermediate, Mahasiswa mulai dilatih untuk mengembangkan kemampuannya dalam berdialog dan bercakap-cakap dalam suatu konteks atau lingkungan. Biasanya, metode yang paling sering dugunakan dalam tingkatan ini adalah, Role Play, Cooperative Learning, dan Collaborative Learning. Dalam metode tersebut, proses pembelajaran akan langsung melibatkan mahasiswa dalam konteks yang sederhana untuk membentuk suatu dialog atau percakapan bersama teman-teman mereka. Seperti dapat dicontohkan dengan melakukan dialog di tempat-tempat tertentu, seperti Hotel, Pasar, Kelas, dan sebagainya. Dalam hal ini, antara mahasiswa yang satu dan yang lain akan saling bekerja sama dan membantu teman-teman lain yang kesusahan dalam memproduksi bahasa.

Ditingkat High Intermediate, Mahasiswa akan dituntut secara aktif untuk dapat berdiskusi, atau menyampaikan sebuah materi keilmuan yang dipresentasikan di depan kelas. Dalam hal ini akan tercipta suasana pembelajaran yang bernuansa Communicative Language Learning, yakni terciptanya suasana tanya jawab di ruang kelas. Dalam artian, Presentator memberikan stimulus kepada pendengar, dan pendengar memberikan response kepada presentator. Sehingga terjadi kegiatan timbal balik antar mahasiswa di ruang kelas.

Usai masa pembelajaran selama 6 bulan, hasil pembelajaran mahasiswa akan diukur melalui dua tes. Tes yang pertama adalah Drama Contest. Dalam tes ini seluruh peserta UBINSA wajib membentuk kelompok drama dan menampilkannya diatas pentas. Dan tes yang kedua adalah Ujian Akhir Semester (UAS), dalam tes ini mahasiswa akan di uji secara lisan dengan pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan topic-topic yang telah mereka pelajari selama 6 bulan masa pembelajaran.

Nah……… bagaimana? apakah anda tertarik untuk bergabung? jika ia daftar kan diri anda ke STAIN Jurai Siwo Metro! good luck! See you later ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s